My Christmas Casual Job Hunting Experience in Sydney

Hey guys,

As I’ve mentioned in my previous post that I’m currently working in retail as a casual beauty consultant. Now that I’ve been working full time across DJ and Myer, still casual for various brands, I have been enjoying my job so much.

Since Christmas season is coming, there has been a lot of retailers recruiting for Christmas casual position. So, what is Christmas casual? It is a temporary casual position during seasonal period in Australia, usually around November to end of January where the shopping season is peaking. So, it is both temporary and casual which means, you only work for a certain period of time and get no fixed working hours/rosters. In terms of hourly rate, we surely receive rate that is a bit higher than permanent FT/PT but we don’t know how many hours we will work every week. I’ve asked this question in most of my interview and get the same answers: there is no guaranteed working hours every week but everytime we get a shift, it will be at least 3 hours. And since they have to pay higher salary to us, usually they will give casual staff less hours than other staff.

Now, I have recently got a new job as a Christmas casual at Hugo Boss. I have been through quite a few recruitment process for Christmas casual position in several retailers and brands. And now I feel like sharing my experiences going through the recruitment process. Dan saya akan menulis dalam bahasa Indonesia aja, karena saya cuma mau berbagi tips2 dan bocoran ini ke teman2 sebangsa dan setanah air. Tujuannya adalah supaya ke depannya lebih banyak teman2 Indo, terutama teman2 WHV agar lebih termotivasi dan percaya diri untuk mencoba bidang kerja lain selain hospitality dan agriculture di Australia ^.^

  1. David Jones

Untuk proses group interview di David Jones (DJ), semua kandidat dikumpulkan di DJ Market Street Office. Seluruh kandidat berarti kandidat utk segala posisi dan toko2 lain di area NSW. Para kandidat dibagi berkelompok (5-10 orang/grup) untuk mengerjakan diskusi grup & presentasi. Masing2 kandidat juga diminta memperkenalkan diri secara singkat dan menyebutkan 1 kata yang mendeskripsikan dirinya. Waktu itu saya memakai kata: enthusiastic dan saya sedikit menjelaskan bagaimana keantusiasan saya dalam kehidupan sehari2. Setelah selesai presentasi kelompok, masing2 kandidat dipanggil satu persatu ke ruangan lain utk 1-on-1 interview. Dalam interview itu seperti biasa, kita diminta menceritakan pengalaman kerja yg berhubungan dgn customer service atau retail. Kemudian ada beberapa pertanyaan seputar availability, preferred location dan preferred position. Juga ada behavioral questions seperti: bagaimana cara kita me-manage waktu & prioritas kalau sedang hectic dan banyak deadline.

Seminggu setelah interview, saya menerima email yg menyatakan kalau saya lolos interview. Namun kemudian saya tidak pernah menerima follow-up mengenai kapan dan dimana saya akan mulai bekerja. Saya sudah coba utk follow-up via email namun tidak pernah ada balasan dari pihak DJ. Sedangkan beberapa teman saya yg interview di DJ sebulan kemudian, langsung mendapat telpon keesokan harinya yg mengkonfirmasi kalau mereka akan segera mulai di toko tertentu di akhir bulan tsb. It’s weird, but it does happen sometimes 😦

Screenshot_20171003-145306

2. Uniqlo

Nah, ini dia yang waktu itu aku harap2in banget, guys. Soalnya posisi di Uniqlo ini temporary full-time, which means there is fixed working hours (min. 38hrs/week). Dan saya pikir kalau udah dapat disini, saya udah aman dan gak perlu pusing takut income kurang.

Untuk proses grup interview di Uniqlo, seluruh kandidat utk 1 store dikumpulkan di head office mereka di daerah dekat Circular Quay. Pastinya ada penjelasan company profile juga. Lalu kita masing2 memperkenalkan diri secara singkat. Kemudian seperti biasa kita dikumpulkan dalam grup utk diskusi dan presentasi seputar customer service dan Uniqlo. Setelah presentasi di depan ruangan, kita diminta menunggu giliran individual interview. Pertanyaan2 interview nya masih mirip2 dengan yg di David Jones. Kira2 masih seputar pengalaman kerja customer service dan retail, motivasi melamar di Uniqlo, dan behavioral questions. Juga pertanyaan tentang apa yang mau kita improve dari diri kita.

Dari proses interview, saya sudah bisa menebak respon interviewer terhadap saya. Feeling saya kurang bagus. Dan bener aja, seminggu kemudian saya mendapat email yg menyatakan saya gagal masuk Uniqlo 😦

Screenshot_20171023-225651

Saya sudah hampir putus asa dan bingung. Karena masa kerja saya dengan agency yg memberi saya pekerjaan sebagai beauty advisor di DJ & Myer akan habis pada pertengahan Desember. Padahal visa saya masih sampai akhir Januari 2018. Saya mulai kembali mengorek2 Jora apps saya utk mencari posisi Christmas Casual. Kemudian saya apply banyak sekali lowongan: FCUK, Cotton On, Pandorra, MAC Cosmetics, Coach, Hugo Boss, Clarins, dll. Dari belasan application, yang me-respon aplikasi saya hanya MAC Cosmetics, Coach & Hugo Boss. Tiba2 saya juga dapat email invitation interview lagi dari Myer, karena saya batal ikut interview bulan sebelumnya.

Dan karena saya tidak bisa datang interview utk MAC Cosmetics, akhirnya saya hanya ikut 3 interview: Coach, Myer & Hugo Boss.

3. Coach

Interview diadakan di dalam toko Coach di Westfield Pitt Street Mall. Kandidat yang waktu itu datang ada sekitar 40-50 orang. Dari seluruh kandidat ini, yang terpilih akan dialokasikan ke toko2 di seluruh Sydney. Seperti biasa, semua dimulai dengan penjelasan singkat company profile & Christmas casual role di Coach. Kemudian seluruh kandidat dipersilakan berdiri di tempat dan memperkenalkan diri secara singkat dan menyebutkan buah & TV show favorit. Kemudian kandidat dibagi dalam 4 grup utk diskusi & presentasi. Topik diskusi kali ini nggak berhubungan sama sekali dengan customer service atau produk Coach. Dan saya gak mengerti sama sekali ttg topik ini! Lol. Partisipasi saya dalam diskusi kelompok kira-kira 0 besar! Lol. Setelah presentasi singkat, seluruh kandidat dipanggil satu persatu utk individual interview. Pertanyaan2 nya agak susah kali ini. Dia minta diceritakan ttg pengalaman saya memberi customer service yg berkualitas dan juga pengalaman saya memecahkan persoalan dgn customer yg unhappy. Kebetulan yg meng-interview saya kemarin itu adalah Head of Recruitment nya langsung. Aduh, doi terlalu profesional. Saya gak bisa membaca sama sekali apakah hasil interview saya akan positif atau negatif. Anyway, saya sudah pasrah. Saya sudah berusaha dan sisanya hanya bs berdoa.

Beberapa hari kemudian, saya mendapat telpon dari Coach Chatswood. Mereka sedang melakukan reference check ke saya dan mereka kira saya salah kasih nomor. Padahal salah 1 nomor yg saya kasih memang nomor HP ex-manajer saya di Jakarta. Singkat cerita, mereka sudah cek referensi saya ke 2 orang dan saya agak yakin kalau saya keterima di Coach. Tapi……. setelah saya tunggu2 selama hampir 2 minggu (sampai hari ini), saya tidak dapat kabar lagi dari mereka 😦

4. Myer

Interview Myer diadakan di toko tempat kita melamar (tapi semua application online yah, guys!). Kemarin saya ikut interview di Macquarie Centre bersama 7 kandidat lainnya. Semua melamar utk posisi Christmas Casual di any section, berarti tidak terbatas utk cosmetics/clothing/homewares. Pada waktu sesi memperkenalkan diri, masing2 kandidat diminta menceritakan sedikit ttg pengalaman customer servis dan retail, dan juga menyebutkan brand apa yang menurut kalian inspiring dan apa alasannya. Yang sedikit berbeda di interview Myer adalah kita ditest role play utk jualan. Saya dan salah 1 partner bebas memilih item yg sudah disediakan dan salah 1 akan menjadi customer sedangkan yg lainnya akan menjadi staff Myer. Setelah role play, pastinya ada individual interview juga. Di bagian interview pertanyaannya masih seputar behavioral questions dan apa yang bisa kita bawa/kontribusikan dalam tim Myer.

Feeling saya cukup positif di interview ini. Saya rasa saya cukup OK waktu role play dan cukup santai dan percaya diri pada saat interview. Tapi saya tidak berharap banyak karena saya lebih antusias dengan interview Hugo Boss di hari yang sama πŸ™‚ Tapi tiba2 hari ini saya mendapat email Offer Letter dari Myer. Well…

Screenshot_20171023-164547

5. Hugo Boss

Dari semua company/brand yang saya apply utk posisi Christmas Casual, menurut saya Hugo Boss adalah yg paling prestisius. Hugo Boss sendiri adalah brand fashion dari Jerman dan buat saya, segala sesuatu tentang Jerman memang spesial dan bermutu tinggi.

Rekrutmen proses Hugo Boss waktu itu hanya dihadiri 9 kandidat saja dan rekrutmen ini adalah utk beberapa toko besar mereka dan David Jones di Sydney. Yang berbeda dari proses rekrutmen disini adalah, kita tidak memperkenalkan diri kita tapi memperkenalkan salah 1 teman dalam grup kita. Jadi, sebelumnya kita diberi waktu beberapa menit utk saling berkenalan dalam grup. Kemudian, kita diminta menggambarkan motivasi kita join Hugo Boss (literally menggambar di kertas!). Kemudian kita harus mempresentasikan hasil gambar tersebut. Kemudian juga ada sesi role play. Kita diberi beberapa potong pakaian Hugo Boss dan dipersilakan utk mempelajari item2 tsb sebelum akhirnya salah satu assessor akan datang dan bertindak sbg customer yg sedang ingin mencari baju. Disini kita dinilai berdasarkan pelayanan yg kita berikan dan alasan2 kita merekomendasikan item yg kita jual. The last but not least was, again, one-on-one interview. Pertanyaannya sama dengan interview2 lain jadi saya sudah punya semua jawabannya. Lol.

Untuk interview di Hugo Boss, saya tidak perlu lama menunggu. Besoknya mereka sudah menelpon saya utk menginformasikan kalau mereka akan melakukan reference check dan ID/visa checking. Hari berikutnya, saya ditelpon kembali dan di-offer casual position utk store terbesar mereka di Australia, King Street store.

Screenshot_20171020-135632

Setelah semua kesulitan yg saya lalui di awal2 kedatangan saya di Sydney, saya bersyukur karena sekarang hari-hari saya sudah lebih cerah. Guys, perlu dicatat kalau semua pekerjaan ini tidak saya dapatkan dari “koneksi”. Saya setuju kalau untuk mencari pekerjaan pertama di Sydney memang koneksi bs membantu. Tapi tidak semua pekerjaan bisa didapatkan dengan jalur koneksi. Dan kalau kalian berpikir koneksi adalah jalan utama mendapat pekerjaan disini, sebaiknya kalian pikir2 lagi untuk datang kesini. Di Sydney semua orang butuh pekerjaan dan uang. Tidak semua orang Indonesia akan baik hati dan menganggap kalian spt saudara/sahabat sendiri. Hidup di Sydney itu keras dan hanya orang yg kuat yang bisa survive. Berkawan dengan sesama orang Indonesia itu penting, tapi nasibmu hanya kamu yg bisa menentukan πŸ˜€

I hope this post encourage you guys to explore other opportunities during your stay in Australia. So far, I have met lots of other Asians especially Chinese, Koreans, Japanese and Cantonese in the job interviews I’ve been. But I’ve always been the only Indo in the room. So I really hope to see more of you in the future πŸ™‚ (eventhough I might not be here in Sydney anymore).

Btw, do you guys want me to write tips to get into retail jobs in Australia? If yes, write me in the comment section below, otherwise you can also give me other topic ideas to write.

Cheers,

Ariesa πŸ™‚

Advertisements

5 thoughts on “My Christmas Casual Job Hunting Experience in Sydney

  1. Christel says:

    Hai ariesa,

    My name christel and Im from indonesia i’ll be going to sydney probably in januari or february, it will be really helpful if you can give tips on how to get a retail job in sydney. Hehe

    Cheerss

    Liked by 1 person

  2. Sunny says:

    Yes please,
    tips2nya dong πŸ˜€

    Karena aku juga udah beberapa kali interview dan gak lolos sayangnya.

    Kalo boleh tau backgroundnya Ariesa apa y?
    Apa sudah di bidang retail/hospitality sebelum ke OZ?

    Thanks and congrats on your new jobs πŸ˜€

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s